Sabtu, 30 Mei 2020

LOGIKA BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF DENGAN METODE PENALARAN (REASONING)

LOGIKA BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF DENGAN METODE PENALARAN (REASONING) | Metode Penalaran (Reasoning)

1.      Deduktif

Dipelopori oleh Aristoteles. Bertolak dari asumsi umum yang kebenarannya tidak dipersoalkan, lalu diterapkan pada hal khusus yang dikenal sebgai Silogisme Kategorik (Kategorical Silogisme) yang terdiri dari 3 bagian :

        a.      Premis Mayor

Pernyataan sifat hubungan yang kebenarannya diasumsikan terbukti dengan sendirinya (self evident)

        b.      Premis Minor

Suatu kasus tertentu yang berhubungan dengan premis mayor

        c.          Kesimpulan

Hasil hubungan logis premis mayor dengan premis minor.
               

Kelemahannya :

        1. Kebenaran kesimpulan tergantung pada kebenaran premis mayor.

        2. Sulit menemukan pengetahuan baru

Metoda ini berlangsung sampai abad ke 17.

Berfikir secara deduktif adalah menggunakan sifat Koheren dalam menentukan kebenaran


2.    Induktif

Francis Bacon menyanggah teori deduktif dengan Novum Organum .

Ia mengusulkan :

1. Pengamatan phenomena - phenomena yang diamatinya.

2. Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan melalui pengamatan kasus-kasus yang banyak, kemudian generalisasi atau kasus yang bersifat umum.

Kelemahannya :

Pengumpulan kasus secara acak, konsep yang utuh mustahil dapat melahirkan teori-teori atau generalisasi yang benar.

Sedangkan berfikir secara Induktif yaitu menggunakan sifat korespondensi dalam menentukan kebenaran.

Pada abad ke 19 Charles Darwin memadukan kedua metoda itu (Best, 1975) Ia menyususn tepri asal usul manusia.

1 komentar :

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1